Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Nusron Wahid terkait kasus FPI di Kendal Jawa Tengah (18/7) lalu, dalam forum Indonesia Lawyers Club (ILC) di stasiun Teve One, Jakarta Pusat, Selasa (23/7) malam.
| Nusron Wahid: FPI Ambil Tugas Polisi dan Hakim (Sumber Gambar : Nu Online) |
Nusron Wahid: FPI Ambil Tugas Polisi dan Hakim
“Kalau saya jadi kapolres, wakapolres, atau Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum Polri) saya akan marah. Saya tersinggung. Karena tugas-tugas saya diambil alih oleh orang lain,” kata Nusron Wahid saat ditanya pembawa acara ILC Karni Ilyas seputar tugas ormas.Blog Pribadi Bang Roy Han
Nusron Wahid juga mempertanyakan posisi FPI dengan melakukan tugas sweeping, razia, dan monitoring. Apakah FPI ini institusi polisi, bupati, Irwasum, dinas atau bupati?Terkait tanggung jawab amar makruf dan nahi mungkar ormas Islam, Nusron Wahid sepakat dengan FPI. Hanya saja Nusron tidak sepakat dengan cara yang ditempuh FPI. Karena cara kekerasan, razia, dan monitoring itu bukan wewenang ormas di negara berlandaskan hukum.
Blog Pribadi Bang Roy Han
Sedangkan tugas ormas, lanjut Nusron, memberikan pendidikan seputar hak-hak dan kewajiban warga negara kepada kadernya. Kalau perlu, ormas itu memberikan pendidikan itu kepada masyarakat lebih luas lagi.Penulis: Alhafiz Kurniawan
Dari Nu Online: nu.or.id
Blog Pribadi Bang Roy Han Ulama, Internasional Blog Pribadi Bang Roy Han