Di hadapan ratusan penonton, Inayah tampil percaya diri membacakan puisi kritik komedinya. Setiap akhir bait puisi yang dibacakannya, penonton terkesima bahkan tak jarang membuat tertawa lewat unsur komedinya.
| Inayah Wahid Bawakan Puisi Kritik-Komedi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Inayah Wahid Bawakan Puisi Kritik-Komedi
"Wolak-walik merupakan puisi main-main untuk perkara yang tidak main-main. Ini zaman wolak-walik. Wolak-walik zaman. Adegan kekerasan dianggap tidak apa-apa, apalagi dengan teriakan Allahu Akbar. Padahal itu telah menyalahi ajaran Islam sendiri,” kata Inayah.Blog Pribadi Bang Roy Han
Sebelum membacakan puisinya, Inayah mengaku senang setiap kali datang bulan Desember. Karena haul Gus Dur banyak digelar di berbagai daerah.Blog Pribadi Bang Roy Han
"Saya senang bulan Desember karena sesedih-sedihnya, sekesal-kesalnya saya pada negara, begitu ikut dalam acara haul Gus Dur seperti ini, saya langsung punya harapan lagi," katanya.Ia berharap Haul Gus Dur menjadi titik awal menciptakan apa yang diharapkan Gus Dur sejak sebelum ia meninggal. (Ibnu Muslih/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Blog Pribadi Bang Roy Han Internasional, Ulama Blog Pribadi Bang Roy Han