"Bersih dan sehat adalah sesuatu yang wajib bagi manusia. Karena itu membersihkan lingkungan pesantren bersama-sama menjadi hal wajib untuk dilakukan para santri mengingat hal tersebut berdampak positif bagi kualitas hidup," ujar peserta BPUN Septiana Nurul Fajriah, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung, Rabu (18/5).
| Pesantren Milik Santri dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Milik Santri dan Masyarakat
Menindaklanjuti kesepakatan bersama itu, santri Assiddiqiyah dan BPUN bersinergi untuk bergerak bersama membersihkan pesantren dengan dibagi dalam tiga kelompok."Kegiatan tersebut membuat pesantren kami lebih bersih, dan santri juga aktif menjaga dan membersihkan lingkungan pesantren. Kami ingin pesantren tempat belajar ini menjadi pelopor kebersihan, ramah lingkungan seperti menanam kencur dengan memanfaatkan popok bekas, dan tentunya dimulai dari tempat sendiri," ujar Ardiansyah, santri Assiddiqiyah 11 asal Kabupaten Tanggamus Lampung.
Manajer BPUN Way Kanan Gatot Arifianto mengharapkan, pesantren bukan hanya dikenal sebagai tempat belajar mengaji tapi juga sebagai tempat rekreasi Islami bagi masyarakat dan warga sekitar.
Blog Pribadi Bang Roy Han
"Kalau santri belajar di pesantren itu lumrah, tapi mengajak masyarakat untuk mau belajar mengaji dan merasa memiliki pesantren bukan perkara sederhana, ada beberapa tahapan harus dilakukan. Menjaga kebersihan pesantren adalah langkah awal, bukankah tamu harus dibuat nyaman dengan ruang dan lingkungan bersih? Ini harapan dan cita-cita kita bersama yang harus diwujudkan," kata Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung itu.Peserta BPUN 2016 lain, Anisa Yuliani menambahkan, membuang sampah pada tempatnya, tidak mengotori alam dan selalu menjaga alam merupakan perilaku indah. "Kita sebagai santri harus terus bersemangat dalam menjaga lingkungan. Karena lingkungan bersih itu menandakan kualitas diri. Ayo terus kita jaga lingkungan dan ciptakan kebersihan," kata Anisa agi.
Beberapa peraturan lain telah disepakati guna membuat pesantren menjadi ruang bersih nyaman adalah menjaga kebersihan kamar mandi, melepas alas kaki saat memasuki asrama dan kamar mandi, mematikan lampu tidak digunakan, hemat air, menjaga kebersihan lingkungan pesantren dengan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya serta memanfaatkan yang masih bisa dimanfaatkan.
Blog Pribadi Bang Roy Han
Untuk diketahui, pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, Pesantren Assiddiqiyah 11 dan Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif di Kampung Tanjung Kecamatan Pakuan Ratu berpartisipasi aktif dengan menerjunkan para santri untuk membersihkan lingkungan sekitar. (Riky Riyan Saputra/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Blog Pribadi Bang Roy Han Pesantren, Kajian, Internasional Blog Pribadi Bang Roy Han