Esti Febriyani dari Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) LKNU menyampaikan, LKNU mendukung program penanggulangan tuberculosis agar mencapai target akses seluas-luasnya.
| Ini Sejumlah Langkah LKNU Hadapi Tingginya Angka Tuberculosis (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ini Sejumlah Langkah LKNU Hadapi Tingginya Angka Tuberculosis
“Layanan CEPAT-LKNU di antaranya dengan diagnosis dan pengobatan TB sedini mungkin secara berkualitas melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di antaranya dengan pelatihan dan pelibatan kader; pengembangan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kesehatan (KIE); pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat pesantren, serta sosialisasi dan pelacakan kontak penderita TB,” kata Esti.Berdasarkan laporan WHO (2015), angka kasus TB baru yang tidak ditemukan hanya 32% atau 324.000 kasus dari total 1.000.000 kasus TB. Berdasarkan data tersebut berarti masih ada sekitar 676.000 atau 68% kasus TB baru yang masih belum ditemukan, diobati, dan dilaporkan.
Blog Pribadi Bang Roy Han
Kerja sama yang baik antara pemerintah, sektor swasta, dan kelompok masyarakat sipil sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan penemuan kasus TB, mendiagnosis, dan mengobati hingga sembuh.Diskusi berkala ini merupakan kali keempat, setelah diskusi-diskusi sebelumnya pada 7 April 2016, 25 Agustus 2016, dan 14 Desember 2016. Diskusi berkala akan terus dilakukan dan menjadi langkah persiapan menuju “Summit Meeting on TB” pada pertengahan Maret 2017.
Blog Pribadi Bang Roy Han
Selain LKNU, beberapa ormas dan masyarakat sipil lain turut berpartisipasi di antaranya Aisyiyah, Pejuang Tangguh (Peta), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Blog Pribadi Bang Roy Han AlaSantri Blog Pribadi Bang Roy Han