Turut serta dalam rombongan Konjen, Syarif Syahabuddin (Fungsi Pelaksana Pensosbud KJRI Jeddah), Moehammad Amar Maruf (Pelaksana Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah). Rombongan ini mengawali silaturrahim dengan mengunjungi ulama kota Makkah yang antara lain Sayyid Abbas bin Alawy Al-Maliky, Syekh Muhammad Ismail Zein, Syekh Ali Jabir. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Asrama Santri yang populer di Kota Mekkah Rubath Al-Jawy
| Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online) |
Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia
Rubath adalah pemondokan yang ditinggali santri dari Indonesia di Mekkah mereka selain bersekolah di Madrasah juga menimba ilmu di Majelis-Majelis Taklim yang diselenggarakan alim ulama Kota MekkahBlog Pribadi Bang Roy Han
Kunjungan Konjen RI kali ini didampingi DR Fahmi yang merupakan senior Santri asal Indonesia di Mekkah. Dalam ramah-tamah yang berlangsung hangat, Konjen RI mengawali dengan ucapan selamat idul fitri kepada para santri, selain menjadi momentum silaturrahim Konjen RI memberikan motivasi kepada para santri .Blog Pribadi Bang Roy Han
“Pendahulu-pendahulu kalian datang ke Kota Mekkah selain untuk berhaji juga menuntut ilmu yang kemudian dikontribusikan untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” katanya.Konjen RI sempat menyinggung sejarah santri Indonesia di Kota Mekkah yang pernah mengalami masa emas di era kekhalifahan Turki Usmani di mana ketika itu. Kota Mekkah sebagai laboratorium pendidikan mampu mencetak kader-kader ulama terbaik yang berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
“Tentu sekarang menjadi tugas kalian melanjutkan perjuangan yang telah dirintis pendahulu-pendahulu kita,” tutur Konjen memotivasi.
“Kalian di sini tidak sendiri, kita dari pihak KJRI adalah pengganti orang tua kalian di sini yang dengan senang hati akan membantu dan bekerjasama demi kelancaran belajar kalian di Kota Mekkah ini,” ujar Konjen di penghujung silaturrahim. (Ahmad Thobib/Anam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Blog Pribadi Bang Roy Han Meme Islam, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Blog Pribadi Bang Roy Han